Adjustment Bureau

Sebuah film ber genre Romantic Thriller, namun tidak ada banyak keindahan pengambilan gambar, atau permainan warna artistik yang besar. Dua hal yang justru menjadi kekuatan dari film ini adalah bentuk cerita yang penuh pesan, menggabungkan apa apa yang kontemporer dengan pengemasan kembali konsep klasik.

Aspek menarik datang dari sisi karakterisasi yang menggabungkan modern fairy tale dengan realitas masyarakat. Tokoh utamanya sendiri (diperankan oleh Matt Damon) adalah seorang anggota kongres yang sedang mencalonkan diri untuk masuk dalam kesenatoran –lambang realitas dari film ini. Semua plot lalu berjalan didasari oleh sepenggal kisah cinta nya dengan Elise (Emily Blunt) yang lalu di intervensi dengan kedatangan agen agen pengatur dengan kekuatan aneh dan tidak manusiawi. Mereka mencegah agar david, sang anggota kongres yang akhirnya kalah berkat skandal kecil, untuk menemui wanita tersebut karena dianggap ‘diluar rencana’.

Cukup bisa ditebak, david menolak dan kemudian mulai melawan biro pengatur ini. Seperjalanan cerita, fakta fakta menarik muncul seperti siapa sebenarnya agen agen bertopi fedora ini, juga mengapa mereka hendak melakukan pengaturan pengaturan terhadap kehidupan manusia.

Mereka mungkin bisa disebut sebagai malaikat –aspek fantasi dari film ini. Namun yang menjadi menarik adalah modernitas dari fantasi yang membangun aturan aturan untuk sang pengatur, juga adanya hirarki kekuasaan khayalan yang tentunya, dikepalai oleh tuhan (disebut sebagai the chairman). Mereka membuat dunia surgawi seolah sebentuk perusahaan professional yang menganggap kemanusiaan sebagai pekerjaan, demi efektifitas mungkin, dan lalu mengaturnya dengan sedemikian rupa berdasarkan apa yang mereka sebut ‘The Plan’.

Menarik, saya rasa, ketika kisah berjalan dengan tidak kosong, ketika setiap adjustment cerita mencoba berpesan sesuatu. Contoh adalah ketika aksi david sudah tak tertangani oleh agen dengan level tertentu, muncul tokoh yang secara implisit berpangkat lebih tinggi untuk membasminya. Pesan yang muncul disini terletak dari cara dua level agen ini menangani david. Ketika yang berpangkat lebih rendah menggunakan paksaan dan ancaman gagal, Thompson (agen berpangkat tinggi) datang dengan bujukan. Memang benar adanya, bahwa kadang persuasi lebih efektif daripada sekedar destruksi.

Dalam adjustmen bureau , tuhan digambarkan sebagai wujud pengambil keputusan, meski pada akhirnya memberikan pengecualian. Ia, secara general, menjadi algojo pemutus takdir, dan membentuk keterbatasan memilih bagi manusia. Sebuah kutipan menarik dari kata kata Thompson, “ you have free will of which toothpaste you use, which beverage to order at lunch. But humanity is not mature enough to control the important things ” menggambarkan sedikit banyak bentuk dunia yang dicoba dibuat di film ini, seberapa besar organisasi yang david lawan, juga nuansa keseluruhan dari pertarungannya. dikisahkan bahwa pernah ada masanya ketika free will tersebut diberikan namun manusia selalu mengkhianati kepercayaan ‘yang di atas’. Ini hanya sekedar kisah khayal, benar, tapi ini juga merupakan kritik yang tidak adil. Dalam sejarah panjangnya dikatakan, bahwa segala bentuk kebaikan adalah dalam campur tangan tuhan, seperti halnya perkembangan seni di era renaissance, juga berbagai pembangunan peradaban awal yunani kuno. Di sisi lain, keburukan dunia terjadi ketika tuhan menyerahkan pilihan pada manusia, seperti era kegelapan, perang dunia, juga Holocaust.

Di film ini, satu pertanyaan yang dibangun di awal, yaitu mengapa David dan Elise tidak boleh bersama, terjawab dengan amat manis. akan ada kekosongan yang terisi, begitulah jawabnya. ‘The plan’ mengatakan bahwa david ditakdirkan untuk menjadi orang besar, seorang presiden masa depan. Untuk itu, harus ada ruang dalam diri dia yang senantiasa kosong untuk ia bisa terus berprogresi, untuk mimpi mimpi. Namun Elise adalah bentuk kecukupan. Ia adalah pengisi ruang kosong bagi david, dan keberadaanya akan menjadi penghambat perjalanan karir david.

Tapi ia melawan, ia memaksakan takdirnya berdasarkan apa yang ia percaya. Karena mungkin mimpi tidak harus besar, tidak juga harus gemerlap. Mungkin mimpi bisa tercapai hanya berkat secangkir teh hangat di sore hari berhujan bersama seorang tercinta.

Seorang congressman yang melawan tuhan. Film yang ironis karena kunci kemenangannya bukan dari usaha dirinya saja, namun juga dibantu oleh iman yang luntur dari seorang makhluk tinggi (watch the movie guys, u’ll understand :D). film yang juga ironis, karena pertarungannya bukan untuk membela hal hal besar seperti kemanusiaan atau kebebasan rakyat banyak. Namun demi seorang wanita yang ia cintai.

Karena mungkin baginya, wanita itu lebih berarti dari sekedar kemanusiaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s