Benci.

Terasing lalu hadir kembali.
Yang mati tak boleh terlalu cepat berlari.

aku menjaga terlalu banyak warna warni. Aku yang mengira diri ini berbeda semakin hari.

Berbeda. Lalu perlahan menjadi bahana. Tidak. Bahkan aku kira diriku spesial meski sekedar dalam makna.

Aku kira.

Selalu aku kira.

Karena ketika yang kucari adalah sedikit perbincangan bersamamu. Kau bisa temukan seratus kata kataku dari sebanyaknya mereka yang mau disampingmu.

Harap akan pengisi hati, Bahkan bukan pengisi hari.

Mungkin rasa itu seharusnya tidak pernah ada. Dibunuh dan tidak pernah diceritakan semenjak sekian lama.

Dibuang saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s