Mimpi aku dan Kamu

Datang.

Seperti ruang yang dibukakan olehmu. Lalu mendadak akan tertutup sepeninggalanmu.

Hanya seperti. Ketika yang terbukakan tidak hendak tertutup kembali hanya berkat keputusan.

Keputusanmu. Ini memang bukan hasil dari himpit dunia yang selama ini kukira.

Tapi ini juga keputusanku. Pergimu, meninggalkan sebuah tempat yang terlalu lapang. Putih bersih seperti seratus milyar pijar yang bertabrakan lalu menghempas kembali.

Tempat. Juga ruang untuk pulang. Kekosongan yang ternyata, membuat melankolia yang menuntut progresi. Manusia lari dalam tangis yang lalu mengais ngais.

Tragis?

Tidak. Setiap puisi harus diisi ruang diantaranya. Kosong itulah, yang membuat setiap kita terus mencoba mengisi.

Dengan kompensasi, dengan Tragedi komposisi, atau bahkan tautologi.

Lalu gagal. Karena ruang kosong itu terbuka untuk mu, bukan untuk pintalan bigotri seorang kucing gundul bermata ari ari.

Lalu dicoba kembali kosong itu diisi.

Dan gagal.

Kembali diisi.

Dan gagal.

Dan diisi.

Selamanya akan selalu gagal.

Tapi sayang, engkaulah wujud kecukupan. Denganmu, aku penuh. Ruang itu tersesaki oleh jutaan aktualisasi dan empati manis diri.

Tapi sayang, aku harus tak cukup. Kosong yang ditinggalkan, akan menjadi mimpi yang dicapai. Bagimu. Bagiku.

Mari bersulang!

untuk mimpi  kita  aku dan kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s