Mencari maksud, Meminta takjub

Seperti kata yang terpenggal penggal liriknya, selayak bicara yang terlalu jelas arti maknanya.

Kecewa yang memang harus datang bagiku, terlentang disana dalam siksa yang terasa berat tertatih.
Hanya itu.
Selalu menunggu.
Menyembuhkan apa yang tak bisa diheningkan.

akhir itu seharusnya semu. Masa itu sepantasnya pasti. Tapi kepastiannya pun meminta mimpi,Sebuah kemasan indah yang penuh mimpi.
Hanya menjadi sebersit tusukan kisah yang tanpa henti.

Yang seharusnya, tak terjadi. Mungkin suka cita harus mengiringi gegap gempita cinta yang datang setelahnya. Meski di masa-masa bising itu terlalu menghantui, aku tetap tahu. sekarang itu arti bahagia.
Karena tanpa suara suara, dunia ini hanya barisan bentuk cantik tanpa makna.

Leburan rasa, juga sorak sorai yang memaksa. Seperti harum kebohongan yang tak seharusnya ada.
Begitu menjijikan, ketika yang tak seharusnya mengeja potret akhir, justru dibaca dengan bisik yang mencaci batas benar-palsu.

Tidak pernah sekalipun kutanya guna hadirmu. Tak pernah pula kuminta arti langkah itu. Tapi bukankah aku sudah mencoba. Menterjemahkan apa yang kurasa pada harap akan pengertian.

Satu akhir pinta yang sepertinya sulit, tapi apakah terlalu berlebihan untuk meminta janji dari seorang sahabat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s