Demokrasi (Desakan Moralitas Kurang isi)

Demokrasi

mungkin sistem terbodoh yang pernah diciptakan manusia, menjanjikan kesama-rataan di dunia yang selalu menyajikan kesenjangan.

iming-iming kosong itu tentunya selalu diteriakkan oleh mereka yang merasa hak hak nya terpangkas, tapi apakah mereka tidak sadar bahwa dengan adanya demokrasi, kemungkinan pemangkasan hak mereka pun sama besar. yang berbeda hanyalah pihak pemangkasnya. dengan sistem kemasyarakatan terpimpin, yang diatas memiliki kekuatan untuk mengatur hak. sedangkan dalam demokrasi, pihak mayoritas lah yang memiliki kekuatan untuk merampas kebebasan pihak minoritas.

kelemahan besar terlihat disini. pihak mayoritas seringkali bukanlah sisi yang mempunyai keungggulan dalam pemikiran. pihak ini hanya sekedar banyak, dan memiliki paham atau atribut yang terstandarkan di masyarakatnya. jika alam ini menganut sistem demokrasi, maka pemimpin dari dunia ini seharusnya seekor semut.

bayangkan jika suara seorang filsuf, yang jauh lebih mengerti tentang berbagai ilmu manusia, disamakan dengan suara seorang petani. yang lebih mengerikan adalah ketika jumlah petani mencapai ratusan, dan kaum terpelajar hanya segelintir saja.

bukan berarti petani diremehkan, namun dalam penentuan masa depan suatu negara, atau bahkan organisasi kecil sekalipun, dibutuhkan standar keahlian tertentu. petani mahir dalam menyediakan pangan masyarakat, jika diadakan pemilihan solusi pembasmian hama padi, tentunya pendapat merekalah yang lebih valid. namun jika kita melakukan pemilihan pimpinan politik, apakah petani punya cukup latar belakang pengetahuan untuk itu?

bahwa setiap suara pantas untuk didengarkan, itu amat benar. namun yang baik adalah setiap suara memiliki bobot berbeda bergantung pada subjek yang dibicarakan. itulah keadilan, itulah demokrasi yang sebenarnya.

demokrasi yang kontekstual, mungkin itu yang tepat. karena seringkali, mereka yang meneriakkan kebebasan bersuara justru mendiktekan paham kebebasan mereka pada khalayak. membuat mereka menjadi diktator itu sendiri. diktator demokrasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s