New face of love

Ketika cinta terasa ringan, aku menemukan diriku sebagai bocah yang pertama kali memandang pelangi.

Tidak ada sesak atau tuntutan. Terlalu banyak tawa yang diselingi rasa tenang. Apakah salah jika aku begitu ingin menunjukkan bahwa aku tak disini untuk kemudian pergi? Kamu adalah sederhana yang tak dibalut pura-pura. Meski bisa jadi dianggap terburu-buru, tapi aku tidak ingin membiarkanmu menunggu. Aku ingin kamu tahu seberapa besar yang aku punya untuk dirimu.

Maka kuterima ini semua tanpa beban. Kubiarkan setiap dirimu berada dalam alamku yang gelisah. Akan kuutarakan seluruh kepanikan dan ragu dalam hidupku yang lelah. Karena ini semua hanya terjadi, bukan terencana dengan pasti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s