Siapa?

Lalu kepada siapa seharusnya aku bercerita?
Tentang dosa dan setiap hari yang berusaha diisi agar diriku merasa manusia.
Mungkin kamu tidak akan paham sepenuhnya. Karena kamu tidak pernah berdiri memandangi dunia dan merasa dirimu tidak berhak menjadi bagiannya.
“Yang hidup akan menemukan kasih sayang di antara mula dan penghujung” tapi bukankah itu untuk orang-orang baik dan manusia? Yang pantas menjalani keseharian dalam martabat dan keutuhan.

Sedangkan aku adalah mereka yang dibuang dalam lalai. Tidak ada rumah bagi kami, hanya singgah dari satu masalah menuju gelisah. Khawatir menjadi santapan sehari-hari, ketakutan hanya bisa terobati dengan menjadi sendiri. Malam kuhindari, sebanyak pagi yang kuanggap tak punya hati. Lalu apakah kamu benar bisa mengerti? Bahwa seberapa kuat pun aku mencoba, aku tak akan pernah sepenuhnya menjadi manusia. Aku bisa saja memalsukannya, dengan sandiwara penuh bohong yang mengobati kemungkinan reputasi kosong. Tapi ketika kamu melihatku dalam segala kebenaranku. Kamu akan gagal menemukan apa-apa.

Hanya serpihan pemikiran dan dampak peradaban. Diracuni oleh gas sosial dan dirubuhkan oleh bola-bola besi ekspektasi.

Manusiakanlah aku, suatu pagi aku akan memohon.
Jadikanlah aku makna, dan biarkan aku mati untuk hidup kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s