Pak Komang

Bung Alex…., pada pukul 20.15 itu dengan kanker hati kau tinggalkan “Secangkir Kopi Pahit” dan seorang pejuang ragu-ragu dalam “Doea Tanda Mata”.

Bung Alex…..,meskipun aksenmu terasa monoton kalau bukan membosankan ternyata kematian selalu menjadi kejutan baru. Tentu tidak ada kegembiraan di dalamnya.

Bung Alex…., salamku untuk Oom Steve. Kalian tentu akan bersatu, karena teater tidak membahas agama di dalam dialognya.

— Tommy S.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s