Browsing my old writings and I found this

Tidak pernah saya menulis seperti ini sebelumnya

Dan saya pun bingung bentuk tulisan seperti ini masuk ke page yang mana.. 😀

Tapi saya rasa setiap gaya menulis patut dicoba.

Baiklah, dibalik segala prosa dan bahasan sok filosofis tulisan saya yang lain, saya adalah seorang mahasiswa bisnis manajemen.

Sekolah bisnis manajemen ITB, angkatan 2009, atau dalam istilah kami, 2012 (mengikuti tahun lulus)

Sayangnya, dalam satu semester lebih sedikit kedepan, saya tidak bisa menyebut diri saya seperti itu lagi.

Pernahkah kalian pertanyakan? Kenapa hidup harus terus menerus berubah?

Padahal, seperti yang saya pernah tuliskan di salah satu naskah saya, bahwa manusia paling takut pada perubahan.

Mudahnya, ketika orang tua kita pergi misalnya, akan amat menyedihkan karena hal-hal di sekitar kita berubah, bukan karena kepergiannya sendiri. Istilah move on pun, pada dasarnya berarti ‘terbiasa’ dengan perubahan yang terjadi.

Sekolah bisnis manajemen, begitu banyak mendefinisikan hidup saya. Tempat ini sedikit banyak membentuk karakter saya, membuat saya seperti saya yang sekarang ini.

Dan saya takut. Begitu ketakutan akan apa yang nanti akan datang, dan apa yang terpaksa saya tinggalkan.

Bahkan ketakutan akan perubahan ini pun, buah pikir dari diskusi dalam lorong panjang lantai dua SBM, yang kemudian diubah menjadi naskah yang dipentaskan di auditorium SBM. Bersama teman-teman dari SBM

Bukannya mau terdengar sok hegemoni fakultas, dan bukan tentang rasa bangga. Ini tentang tempat yang setiap hari saya datangi. Bertemu orang-orang yang harus saya akui, saya sayangi, dan meskipun disebut ‘pergi kuliah’, saya tetap merasa saya berada di rumah sendiri.

Mungkin saya merasakan ini karena SMA saya tidak banyak menjanjikan kehidupan sosial, mungkin juga, karena struktur SBM yang tetap seperti sekolah. Tapi intinya, dibalik setiap protes saya, pekerjaan-pekerjaan yang saya jalani, pelajaran dan kelas yang tidak saya beri perduli, juga pagi hari dan acara malam yang justru membuat saya merasa sendiri, hidup saya adalah tempat ini.

Dan akhirnya, saya banyak bercerita pada semua bahwa saya takut akan masa depan, bahwa saya bingung mau kemana saya sehabis ini.

Tapi teman, untuk siapapun dari kalian yang merasa, saya hanya takut kehilangan…

Semua suasana, kata-kata dan tawa sesekali di siang hari..

Masa-masa ketika saya bisa menyebut diri saya, ‘saya masih mahasiswa SBM 2012’

 

It’s weird, I guess. To be in the future that I talked about. To be in a place I was so scared about.

And If I can say something to my old self, I’ll say: It’s scary, all right, but you live, and you’d continue to live no matter what hit you, what changes, what came, and what left you. You’d still be the same old you. Not knowing what to do next, keep doing what you do now. only holding to those little words, “Life goes on, dear friend”

And yup, If it’s okay with you, I’d still consider myself as one of you, even until now.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s