Yang berbeda dari harapan dan kebohongan.

Tidakkah harapan dapat kau temukan bertenang di persimpangan dengan kerlip yang remang?

Ia menunggu hingga kau coba mengintipnya, berjalan berseberangan dengan beberapa kebohongan.

Akan ada sedikit rasa manis ikan yang tertinggal ketika kau mencoba menyapa, tapi tentu di sana tidak ada siapa-siapa, hanya sesuatu yang tak tertangkap kasat mata.

Setelah itu, kita akan sekali lagi bertanya, bisa saja kemarin tidak seharusnya diceritakan dengan sia sia.

Kemudian dirimu akan kembali berbaring, mencoba melupakan esok yang akan datang sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s