Kecepatan

Kemudian setelah itu, ada yang tertinggal dan lagi-lagi dilangkahi.

Seolah jam dan hari mendadak enggan berlama mendampingi. Entah untuk beberapa belas permainan kartu atau sekedar menanyakan kabar baik. Mereka memilih untuk terus melangkah terlalu cepat.

Tidak tergapai, tidak meninggalkan jejak. Hanya kabut. Hanya tempat bersandar yang perlahan retak serta jasa yang tak sempat tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s