Mari sekali lagi berpikir tentang sarung yang mengurung

Di sela-sela itu, ada kesendirian yang dilarang. Aroma blues menyengat yang terlalu merah untuk menjadi benar.

Jika buku jendela ilmu, atau lagu ventilasi jiwa, maka mungkin segenggam teman adalah pintu dunia. Tidak ada itu di sana. Hanya sebilah pedang kayu yang diayunkan dan kebingungan tanpa ampun.

Lalu ia pun mendadak ingin protes, Memangnya ada yang salah dengan kepala yang tidak kemana-mana?

lalu huruf pun membantah, tidak, tidak, tidak ada cukup banyak dari kami untuk protesmu, katanya.

Setelah itu ia diminta untuk membaca sejuta lembar lagi, dan menemukan dirinya terlalu malas untuk itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s