Dentum

Sebuah senandung tertua kami.
Coba hadirkan kibaran yang fana, mars yang terus bergema.
Seolah tanah ini menyanyikan kelahiran, turunnya kata yang mengubah hidup sejuta manusia.

“Tapi untuk bebas, bukan berarti sepenuhnya lepas”
Akan ada takdir yang gagal niscaya, akan ada keringat yang jatuh tanpa berguna.

Mampukah kita terlepas dari sergapan simbol penuh warna? Dapatkah bendera kau kuningkan lalu koyak, namun tetap bersemayam dalam diri, jiwa yang merah, amarah yang putih?

Karena yang akan jatuh dan dipanggul dengan susah payah bukanlah sebuah nama, batas negara, atau cerita kepahlawanan. Tapi sebuah mimpi akan peradaban, hidup jauh dari laras senapan, serta gang-gang yang cicipi aroma penerangan.

Apakah entah suatu hari, manusia akan dapat berlari dari peluru yang memburu.
Bisa jadi hari ketika merdeka adalah tentang rasa.
Lebih dari juang.
Lebih dari derita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s