The Cake

Sudah cukup lama saya meninggalkan halaman halaman digital ini. Mungkin karena pekerjaan ‘digital’ lain yang sama sekali tidak memberikan saya kesempatan untuk bercerita tentang apapun, atau bisa jadi memang saya tidak terinspirasi.

Dan ya, saya masih tidak terinspirasi dan masih harus mengerjakan pekerjaan saya hingga detik ini. Saya masih belum bisa menuliskan kata kata saya sendiri, namun cepat atau lambat, saya harus menceritakan sesuatu bukan?

They say there’s nothing more powerful than a story.

Maka mari saya ceritakan sebuah perjalanan. Tentang seorang penulis yang tak lagi menulis, namun mencoba mencari wanita dalam mimpi. Ia yang mungkin menjadi sedikit gila, atau memang sudah gila dari awalnya, atau dibuat gila oleh sang wanita, ingin membawakan sebuah kue yang ia percaya lezat adanya, dalam sebuah kotak kayu untuk kemudian dapat disantap oleh wanita dalam mimpinya.

Dalam perjalanan, penulis yang tak lagi menulis ternyata menemukan dirinya dalam berbagai permasalahan yang membuatnya kembali menulis. Ia pun bertemu dengan sang Penempa timur tengah, Beruang pecinta madu, Dinosaurus tukang makan dan kokinya, Raja yang tempramental, Manusia serigala yang kemudian bahu membahu berjuang melawan dunia, Kurcaci penyembuh yang ahli, Angsa cantik yang lalu pergi, Bulan yang kontemplatif, Tikus gila dan Bajak laut pecinta wanita, Makhluk aneh yang terus menerus mengusik emosinya, Penyihir penyayang binatang, Bocah pemain piano yang cengeng, Kelinci gemuk yang ceria, Peri yang mengingatkannya akan mimpi, Buku yang menari dan berpuisi, Rumah yang terselip di bukunya sendiri, dan tentunya, seorang Wanita di mimpinya.

Wanita itu namun menangis.

Ia menangis setelah melihat bahwa hanya sepotong kue yang tersisa untuknya, karena sang penulis yang sekarang menulis, memberikan potong demi potong kue pada setiap dari yang ia temui. Kue yang seharusnya milik dirinya saja.

Wanita itu menangis namun kembali memeluk sang penulis, hingga ia gigit potongan terakhir kue di dalam kotak kayu.

It tastes magical, she says. It tastes magical because it is the taste of his journey, not the taste of his own recipe. It tastes magical because for each piece of cake given, he was given a pint of this and a sprinkle that, an unimaginable kind of ingredients from legendary honey to the blessing of a joyful singing.

Ini sebuah cerita yang bagi saya, bukan cerita penuh twist atau permainan kata yang berlebih. Cerita sederhana yang terdengar seperti cerita anak anak.

Saya pernah mengira bahwa tulisan untuk sebuah cerita, adalah tentang puisi, tentang makna dibalik arti, tentang permainan kata rumit yang harus dibaca berkali kali. Tapi toh cerita tadi, yang saya baca berkali kali, bukan sepenuhnya puisi, tulisan yang berkata apa adanya hingga bahkan tokoh-tokohnya bernama sebagaimana bentuknya.

Dan bagi saya, setiap langkah dari perjalanan sang penulis lebih berarti dari seluruh twist ending yang pernah saya tahu, dan lebih melegakan dari cerita ‘sok dewasa’ manapun.

They say there’s no such thing as a an adult, onlu children with grown up bodies.

Maka saya rasa, apa yang selama ini berusaha saya selubungi maknanya menjadi berlebihan, dan tak pantas saya banggakan.  Apa yang sederhana seringkali bisa meninggalkan cerita dunia nyata, sesekali air mata. Tulisan bukanlah tentang keabsolutan estetika, karena ketika hal tersebut menjadi absolut maka tidak ada ruang untuk kita tertawa dan menjadi bahagia. Tulisan bisa jadi bukan tentang apa-apa, bukan tentang usaha sia sia atau cinta. Tulisan bisa jadi jalan tak usai menuju penemuan sebuah rasa, menuju…. Never mind….

 

 

 

 

 

Enough with my blibber blabber, all I want to say was ‘I love you dear’, thank you for writing the best story of my life. J

 

P.S: And thank you for everyone contributing for the writings, you are all as great as your characters and I love you guys. For you Mr. Myth/Meet/Demit/Illustrator… Here’s a special kiss!! *smooch*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s