Calon Arang

Bermula, proyek konsep kisah Calon Arang untuk Apta Gunottama

Adegan 1: Seorang Wanita

Interior gelap. Cahaya senja masuk dari luar bangunan tinggi, menerangi sebagian ruangan saja. Seorang wanita berdiri menghadap ke luar jendela, menatap kemilau oranye senja hari yang menyeruak kejam ke dalam mata setiap manusia. Namun matanya tak berkedip. Ada cahaya berkilat kuat yang seolah menyerang balik. Tatapannya tajam. Tidak murung, namun menusuk jauh hingga ke masa lalu. Ia tidak berdiri di hari itu. Ia hendak bercerita tentang sebuah masa ketika dirinya tak pantas disebut manusia.

Ibu…

Ya…

Ada apa disana?

Banyak hal… kota ini… Rasa yang setiap bangunan kerajaan ini simpan. Mereka yang bergegas pulang, beberapa kecewa karena hasil kerja yang tak memuaskan, beberapa menjalani hari yang sama sekali tak berbeda dari hari hari sebelumnya. Ada dari mereka yang tetap kembali dengan semangat, karena keluarga di rumah tentu siap menyambutnya dengan peluk hangat. Kehidupan hari ini. Kehidupan hari itu.

Hari itu?

Sudahlah, kau tak perlu dengarkan cerita tua dari seorang yang sama tua.

Hari itu (Tersenyum)… Maksud ibu, masa itu?

Ya…

Ceritakanlah…

Maksudmu?

Ceritakanlah tentang masa itu…

Perlukah aku bercerita lagi?…

Akan kisah wanita itu? Setiap kisahnya kau tuturkan, semakin aku mengaguminya. Meski setiap sisi dirinya terus ditolak oleh manusia, ialah sosok yang sungguh kuhormati.

(Calon Arang tersenyum)

Baiklah jika begitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s