Penghujung sayap purna

Di penghujung Sayap purna, Aku yang berjalan terseok hadapi barisan tahta berisikan cahaya menyala-nyala. Beberapa putih, yang lainnya berwarna tak pasti, namun mereka perlahan menjadi bayang bayang manusia.

Salah satu dari mereka Purna ceritakan sebelumnya sebagai Aphrodite. Lalu Aine dan Astarte, serta para mahadewi kasih yang berbaris seolah mempertanyakan kepergianku. Yang kemudian hadir di sampingku adalah ia yang memperkenalkan dirinya sebagai Albina.

Mungkinkah telah kau serahkan sebuah dunia demi dirinya?

Mungkin aku telah siap memberikan lebih dari itu.

Tidakkah kau pernah ragu?

Tidak. belum.

Tepat disana, keragu-raguan bersembunyi.

Setelah itu sayap Purna mengepakkan keabadian. Bukan tubuh namun sebuah perasaan.

Mengapa kupu kupu memintaku untuk turun menemuimu, adalah karena aku satu satunya pelambang kasih yang menentang takdir.

Seperti aku.

Seperti kau yang akan tahu bahwa Takdir tidaklah pernah cukup ramah dalam menerima tantangan.

Mungkin kau tidak mengerti.

Tapi aku lebih dari mengerti. Suatu waktu aku mengalami.

Andai kau memiliki jutaan kehidupan, maka kau akan jalani jutaan mimpi berbeda…

…namun akan tetap memilih untuk bersama satu orang saja.

Ialah Starla, tidakkah kau mengerti itu?

Bagiku ia nama yang berbeda. Namun kurasa semua sama. Tentang dunia yang terasa masuk akal saat bersamanya, tentang kebahagiaan yang takkan pernah pasti saat kepergiannya, tentang kisah di suatu hari terakhir dunia, dan semua terasa baik baik saja, karena ia ada di sisimu.

Tidakkah untuk menjemputnya ke langit adalah tindakan yang dapat kau pahami?

Bukankah aku berusaha memintamu untuk berhenti, karena bagiku dan bagimu, perjalanan meraih sang kasih tak akan berakhir dengan genggaman tangannya, namun udara kosong di tangan kita.

Maka aku pun terdiam. Hanya menatap wajah sang dewi. Ada cerita yang enggan ia ceritakan. Ada rasa yang terlalu menyedihkan untuk ia biarkan terulang. Baik pada dirinya sendiri atau siapapun yang ia mungkin temui.

Termasuk aku.

Yang melangkah menuju kanopi suci dalam ragu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s