“Ketakutan kukenakan sebagai jubah tempurku, bersenjatakan amarah dengan perisai keputus asaan. Sudah jelas hasilnya, aku kalah sebelum berperang, terjatuh sebelum maju ke medan tempur. Sungguh bodoh, namun energi telah terkuras, tertawakan diri sendiri saja aku tak mampu. Waktu bukanlah yang kubutuhkan, inginku mencabut nyawa sendiri, hentikan semua permainan ini. Namun, tidak semudah itu, lebih mudah untuk menyiksa diri, biarkan darah menetes terkuras habis.

Yang mereka inginkan adalah deritaku, sebuah kematian yang perlahan”

snap! 

snap!

Back here darling, they are not real.

Nobody’s trying to kill. We are here. Everybody’s here.

We will always be here.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s