Rusuk rusuk dunia

Menemukan arti tidaklah sama seperti menolak ketiadaan.

Yang ada dan lebih luhur dari bahagia adalah ‘menerima’

Tapi dalam sastra, kau menuliskan pengembara sebagai ‘Kelana’ dan yang cantik dengan ‘Kirana’

Itu semua hanya pembohongan suatu arti telanjang, hanya berusaha menisbikan esensi.

Maka seperti makna dan tenggang rasa, Manusia dengan ‘M’ besar yang mengawalinya, menjadi definisi dari segala fana.

Karena semua berakhir.

Juga keindahan dan semiotika.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s