Nocturna: Senja, Gulita, Cahaya

Berbagai hal tentang malam.

 

Senja

 

Sesi 1: Kepulangan

“Aku pulang…” Seru sang ayah sepulang kerja.

Imaji sederhana akan seorang yang lelah, lalu menunduk di depan pintu, melepaskan tali sepatu.

Untuk kemudian kembali dalam hangat riuh sebuah keluarga.

Atau paling tidak ber istirahat sendiri, sambil meneguk secangkir minuman kesukaan.

Karena bahkan manusia butuh sesekali lepas dari bising sebuah kota.

Hingar bingar yang meledak ketika mentari masih mempertontonkan senyuman, seolah merangkul dengan sombong dan tanpa ampun.

Hingga langit yang menjadi ungu datang sebagai penyelamat.

Dan kita pun ber iringan kembali, menuju peluk sebuah rumah.

Sesi 2: Romansa

Saling tukar cerita dari ujung sebuah meja.

Tentang cinta yang manis, yang penuh gembira, yang memimpikan esok dengan sederhana.

Berisi aku, kamu, dan berbagai makna kata ‘kita’

Ada pula tawa seorang anak dalam gelitik.

Akhir pekan yang terasa panjang meski dihiasi hujan rintik.

Ayah yang mengangkat buah hatinya tinggi tinggi.

Sahabat lama dalam perbincangan warung kopi.

Mereka yang melawan dinginnya malam dengan berbagai arti kasih sayang

 

Gulita

 

Sesi 3: Erotika

Sebuah kecupan tiba tiba, merobek kelambu romansa.

Mereka yang terlentang disana, telanjang tak tertutupi apa apa.

Hanya dibalut nikmat dunia.

Inilah perayaan tubuh. Inilah saling tukar lenguh dalam keringat yang terjatuh.

Sesi 4: Takut

Dentang itu pun kembali membangunkan mereka yang terlelap.

Dengan nyanyian bising, dengan suara penuh emosi.

Menekan dengan serta merta, mereka yang sadar akan takut yang sebenarnya malam bawa.

Kita pulang, karena kita benci berlari tanpa cahaya.

Kemudian disana kita mencoba mengalahkan takut dengan pelukan sesama, dalam keluarga, yang menjadi cinta. Sebuah romansa.

Beberapa di antaranya menjanjikan nikmat dunia, lalu kita cumbui setiap inci tubuh sang erotika.

Namun semua hanya pelampiasan.

Semua hanya aksi sembunyi.

Dari gelap yang mengigil.

Dari malam yang menjanjikan terlalu banyak hal tak-terketahui pasti.

 

Cahaya

 

Sesi 5: Bangkit

Maka pada akhirnya,

Cobalah kita terangi dunia.

Niscaya alam akan menjawabnya dengan cahaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s