Nafas

Jika ada yang tak kuasa bercerita betapa kita tak manis berdua, akan kujawab dengan gelitik bisikan sayup.

Karena aku dan kamu akan bercumbu bahkan di dunia tanpa musim.

Jika ada yang murka dalam langkah seribu-kita, akan kucoba berikannya peluk barisan kata kata.

Karena aku dan kamu berbagi hangat-lilin berkelip-redup, dan tetap bahagia.

Jika ada yang sangsi akan kesedihanku, mengapa dirimu tak selalu hidup dalam aksara sebagaimana biasanya.

Karena aku dan kamu berbicara, tanpa saling tukar tanda tanya.

 

Jika ada yang bertanya mengapa kita bergenggam tangan pagi ini, ada satu yang pasti jawabnya.

Karena aku dan kamu melihat matahari yang sama.

 

Karena aku bisa mengucapkan semuanya. Tanpa harus sembunyi dalam halaman kosong yang dilebamkan hitam isyarat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s