Di satu sisi manusia adalah makhluk yang berlarian mencari tujuan.

Begitu membingungkan ketika cahaya disana tak kunjung terang.

Namun lebih mengerikan ketika ada kerlip yang meyakinkan, nyatanya tipu daya meng eja amat pelan.

Menarilah. Berlarilah. Atau merangkak menuju sang tujuan.

Dirimu. Tujuan. Diriku. Kau sempatkan.

Hanya menjadi beberapa lembar kisah dan benda benda yang tertinggal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s