Adegan 10: Ceria, bahagia (Manusia)

Musim gugur

Suara serangga dan tawa. Musim yang penuh warna.

Cahaya hijau, aksen merah yang hangat.

 

Vernili, duduk dengan gelas scotch nya, sebuah kursi kecil di pojok kiri taman. Taman itu kali ini ramai. Se ramai ketika Estiv menyanyikan lagunya. Namun lampu tidak menyala terang. Hanya pada Vernili saja. Ia selalu kuat. biasanya ia kuat. namun tidak kali ini.

 

Vernili-yang-tertinggal: dunia akan berubah jika ini benar terjadi.

 

Visual menuliskan kata kata besar. Berna menjawab, namun tidak mampu berkata kata. vernili tidak butuh bunyi, ia bisa mendengar berna dengan baik.

Lampu menyala di salah satu berna. Ia terikat tali yang sama dengan adegan satu.

 

Berna-yang-pergi (di visual): Sudah waktunya aku berhenti memikirkan dunia.

Vernili-yang-tertinggal: Kita dipilih menjadi abdi manusia. Penunggu setia setiap musim, bukan untuk mengejar hidup bersama bahagia.

Berna-yang-pergi (di visual): Mudah untukmu, bahagia di eja dengan nyata disini.

Vernili-yang-tertinggal: nyata? Kau kira bersama pria yang selalu tertawa di bawah terik mentari ber arti menari dalam suka cita?

Berna-yang-pergi (di visual): Terdengar begitu

Vernili-yang-tertinggal: jika ia benar bersamaku.

 

Lampu menyala di berna lainnya. Tali yang sama.

 

Berna-yang-pergi (di visual): Kau pemiliknya, tentu ia benar benar bersamamu.

Vernili-yang-tertinggal: hati nya selalu milikmu.

Berna-yang-pergi (di visual): Apalah arti rasa tanpa sentuh jemari dan kecup di wajah?

Vernili-yang-tertinggal: apalah arti peluk mesra tanpa hati yang serta merta.

 

Lampu menyala di berna lainnya, tali yang sama

 

Berna-yang-pergi (di visual): Aku tidak menyangka.

Vernili-yang-tertinggal: karena kamu tenggelam dalam sedih sendiri. “Estiv, aku terpisah darimu. Pergilah bersamaku. Aku ingin bersamamu. Aku ingin akhir bahagia” selalu seperti itu. Tanpa pernah bertanya apa sebenarnya arti bahagiamu.

Berna-yang-pergi (di visual): Untuk menjadi dirimu. bersama raja musim panasmu. Tapi…

Vernili-yang-tertinggal: (memotong) Tapi kau mengira aku bahagia. hanya mengira.

Berna-yang-pergi (di visual): Dan aku percaya.

….

Berna-yang-pergi (di visual): Tidakkah kau merasakan apa apa?

Vernili-yang-tertinggal: Semua manusia sakit hati. Tentu musim harus merasakan yang sama. Nyeri hati. Akhirnya terbiasa.

Vernili-yang-tertinggal: Kau sudah siap pergi?

 

Estiv yang selama ini ternyata duduk berpunggungan dengan vernili berdiri. Ia berjalan ke meja dengan botol botol minuman keras. Ia tuangkan beberapa campurannya ke satu gelas.

 

Estiv-yang-pergi: Aku tidak pernah disini.

Vernili-yang-tertinggal: Setiap detik kau membohongiku!!

 

Estiv selesai membuat minuman, menghampiri vernili.

 

Estiv-yang-pergi: Ini

Vernili-yang-tertinggal: Anastesi?

Estiv-yang-pergi: Jika kau ingin menganggapnya begitu.

 

Estiv berpaling

 

Estiv-yang-pergi: Mungkin… hadiah perpisahan.

Vernili-yang-tertinggal: (meneguk minuman) kau tentu tahu, tidak semua Berna bisa kau bawa pergi.

Estiv-yang-pergi: Tentu.

Vernili-yang-tertinggal: Dan kau memilih pergi bersama salah satunya, ketika kau bisa memiliki seluruh diriku?

 

Estiv pergi menuju berna lainnya. Yang tidak terikat tali. Menggenggam tangannya. Ia pergi. dan berna berna lainnya tertarik keluar panggung.

Vernili tertawa. Namun air mata. Ia teguk habis minumannya. Dan ia terus tertawa.

 

Panggung gelap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s