Adegan 9: bermekaran

Ujung dari tarian adegan 8 adalah lambang dari es es yang mencair. Karena datangnya sang penguasa musim, vernili.

Ia masuki panggung perlahan. Mendorong Berna keluar hanya dengan langkah langkahnya. Berna yang sekarat. Menyeret dirinya keluar panggung.

Freeze (bersaman dengan)
Lalu dari arah penonton, seorang bocah perempuan, mili, berlari ke arah panggung sambil menangis.


Mili: kek.. selamatkan berna. Berna tidak boleh pergi.

Kakek: Tapi mili, ini memang waktu nya untuk ia pergi.

Mili: Tapi aku benci vernili..

Tamna (bocah laki laki) : Ssst!.. Kamu tidak boleh berbicara seperti itu tentang dia..

Mili: memangnya kenapa?

Tamna: karena dia..

Kakek: (memotong) karena dia hanya melakukan apa yang pantas. Yang dunia ini butuhkan. Justru dia selalu datang bersama bahagia. Manusia justru menantinya.

Mili: aku tidak… (Wajah merajuk)

Kakek: (tersenyum) kamu bukan satu satunya. (Menggendong sang cucu, membawanya keluar panggung. Namun tamna tetap tinggal di panggung)


Tamna: Berna!

Berna yang mematung, bergerak dan menyambut kata kata tamna.

Berna: halo tamna. Kamu sudah besar.

Tamna: kamu tidak pernah melihatku sama sekali, bahkan sewaktu kecil.

Berna: bagaimana kamu bisa tahu?

Tamna: Kau tak bisa menemuiku karena ia tidak ingin menyakiti hati ayah.

Berna: ayahmu terlalu mencintaiku.

Tamna: seribu tahun telah mengubah itu.

Berna: kamu yakin?

Tamna: jangan pernah mempertanyakan cinta ayah pada ibu!! (Mendadak marah)

Berna: maaf.. Maaf (tersenyum). Tentu saja. Ia sangat mencintai ibumu.

Tamna: aku harus menanyakan ini padamu. Apa yang terjadi setelah estiv dan kamu pergi melarikan diri?

Berna: bukankah sang kuasa sebentar lagi akan menceritakan itu?

Tamna: mili belum siap.

Berna: owww.. Kakak yang baik (tertawa kecil). Tapi apakah kamu benar benar yakin, bisa mengetahui kapan seseorang bisa siap?

Tamna: katakan saja.

Berna: kamu belum siap.

Tamna: aku siap !!

Berna: (tersenyum). Maka sang kuasa akan menceritakannya padamu jika begitu. Dan jika memang kau benar, Hanya padamu. (Menunduk, Mencolek hidung tamna, tamna menghindar karena tidak suka)

Berna berjalan menghampiri vernili yang masih terdiam membeku. Ia menatapnya. Mengelus wajahnya.

Berna: Aku pun tidak pernah menyangka. Wanita ini bisa berubah.

Berna keluar panggung. Lights off.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s