Ambang

Aku mencintaimu.
Dan itu ternyata menyakitkan.
Kamu tidak tahu betapa setiap kamu berpaling, aku sangat menderita. Aku seperti orang yang sedang menoreh nadi dan meneteskan darah perlahan-lahan. Semakin lama aku semakin lemah hingga darah habis terkuras.
Karena itu aku pergi.
Aku harus menjauh darimu.

–avianti armand

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s