Ballerina musim dingin

Ku akhiri saja kisah ini.

Atau paling tidak musim ini.

 

Autumna. Kali ini hanya satu saja. Tetap dengan kanvasnya. Terus melukis seperti biasa.

Tepat dibelakangnya, visual berbentuk musim gugur ditembakkan ke layar besar. Amat besar. Memenuhi panggung.

Di situlah autumna lainnya berada. Melukiskan layar dengan musim dingin.

Ketika berna menari di sekelilingnya. Dengan lembut. Dengan perlahan. Pirouette demi pirouette dilakukan dengan adagio paling lambat yang pernah ada.

Lalu plié. Dan Grand jette yang seolah membeku di langit ketika lukisan itu selesai.

Berna diam.

Berna terpaku dalam bisu ketika lukisan di kanvas itu dirobek bersamaan dengan selesainya lukisan masiv di layar putih.

Semua diam.

Lights off

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s