Berna. membunuh dalam gelap; musim gugur yang hanya tersenyum.

Hari ketika saya bisa bebas menuliskan apa apa. Hari ini.

Karena mungkin tidak lagi tulisan tulisan ini akan dibaca.

Berna dunia nyata, akan tersenyum seperti biasa.

Berna ku akan kubunuh.

Tidak akan ada ratap lagi untuk berna ku.

Karena di setiap sakit. Setiap tangis jauh di dalam ulu hati. Berubah menjadi senyum. Berubah menjadi rangkai huruf pertanda tawa.
Ketika setiap kata kujadikan sandiwara.

Demi sembunyi dalam haru. Demi diam akan rasa yang ia anggap tidak perlu.

Di satu sisi, dirimu pun memilikinya.
Di sisi lain, aku kembali menjadi pengganggu yang bertumpu pada ragu.

Meski engkau tidak mutlak. Namun bagi autumna. Nyata atau tidak. Sebuah rasa mutlak mulai memangsa.

Memuja sakit hati yang menjadi berhala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s