Adegan 6 (Lanjutan)

Panggung belakang, tempat dialog sebelumnya yang berakhir dengan ditamparnya autumna meredup cahayanya. Tidak mati. Hanya sangat meredup.

 

Lalu di bagian kanan panggung depan, top light dinyalakan.

Vernili yang Sedang terduduk disana. Dengan gelas scotch berisi es dan beberapa teguk lagi tersisa.

 

Vernili-yang-hidup

Terus menerus bertengkar tentang cinta.

(Meneguk gelas)

Hiduplah sedikit!

 

Toplight tengah dinyalakan

 

Berna-yang-merasa-hidup

Hidup?

Vernili-yang-hidup

Ya. Pergilah. Keluarlah. Lakukan berbagai eksperimen terhadap dunia. Apakah kalian tahu, betapa mudahnya seorang manusia ketakutan? Berikanlah telegram berita kemalangan. Maka mereka akan menangis.

 

Toplight kiri depan dinyalakan

 

Autumna-yang-merasa-hidup

Itu kejam.

Vernili-yang-hidup

Tidak selalu! Apakah kalian juga tahu, bahwa manusia bisa begitu gembira ketika mendengar suara suara orang yang telah pergi? Atau menemukan beberapa lembar kertas yang mereka sebut uang. Mereka akan bersorak, Mereka akan tersenyum, Semudah itu!

Autumna-yang-merasa-hidup

Manusia adalah makhluk yang mudah dan gampangan. Itu maksudmu?

 

Vernili beranjak dengan cepat dari kanan depan, menuju tengah. Diantara Berna dan Autumna. Toplight kiri dimatikan.

 

Vernili-yang-hidup

Sama sekali bukan. Untuk beberapa dari mereka, justru berkebalikan. Beberapa diantaranya menjadi berlebihan. Itulah menariknya. Itulah hidup.

Kalian harus mulai mempelajari. Bukan hanya tenggelam dalam cinta sendiri sendiri.

Autumna-yang-merasa-hidup

Buat apa? Aku tahu seberapa banyak jumlah tetes cat yang harus kuberi untuk membuat biru langit. Atau pepohonan dengan daun yang mengering. Atau awan. Atau badai yang mengamuk di kala senja. Takaran dunia ini sudah kuhafal. Hidup. Aku bisa menggambarkan setiap bagian dari hidup.

Berna-yang-merasa-hidup

Juga estiv. Setiap nada dunia telah ia pelajari. Setiap bagiannya bisa ia nyanyikan. Hidup. Ia  lantunkan setiap suara pedih juga gembira.

 

Semua lampu mati (termasuk tempat Autumna-yang-melukis). Toplight kiri depan menyala.

Vernili-yang-mengerti-hidup duduk di tempat yang sama dengan sebelumnya Vernili-yang-hidup duduk.

 

Vernili-yang-mengerti-hidup

Tapi hidup tidak mengajarkan takaran. Juga bukan suara yang pasti.

Hidup menceritakan kemalangan tanpa akal. Atau kegilaan mukjizat salah tempat.

 

Fokus berpindah kembali ke tempat Berna-yang-prihatin dan Autumna-yang-melukis

 

Berna-yang-prihatin: Mengapa selalu kau samakan dirimu dengan estiv?

Autumna-yang-melukis: karena aku disini. Dan dia tidak.

Berna-yang-prihatin: Bukan berarti ia tidak mau disini

Autumna-yang-melukis: Ia tidak mau disini

Berna-yang-prihatin: Aku begitu mengkhawatirkanmu kau tahu?. Bukankah kita selalu saling menjaga. Bahkan dari dulu.

Autumna-yang-melukis: Apakah estiv menjagamu?

Berna-yang-prihatin: Tidak.

Autumna-yang-melukis: Lalu apa?

Berna-yang-prihatin: Entahlah.

Autumna-yang-melukis: Kau tahu. Jika kau memang, berna yang prihatin ingin sedikit meringankan sakitku. Maka pergilah

Berna-yang-prihatin: Pergi?

Autumna-yang-melukis: Ya. Pergi. jangan pernah ganggu musimku lagi. biarkanlah berna yang lain yang berada disini. Namun dirimu. yang mengasihani cintaku. Sepantasnya jauh.

Berna-yang-prihatin: Aku tidak bisa pergi.

Autumna-yang-melukis: Mengapa.

Berna-yang-prihatin: Karena di satu sisi aku pun menyayangimu. Meskipun tidak seperti yang engkau mau.

 

Lalu muncul nyanyian. Sebuah nyanyian yang seolah terlantun dari lukisan

 

maka jika kau tak kunjung pergi,

aku yang akan pergi

terus pergi.

terus pergi menuju sendiri.

Lalu mati.

Dan hilang, menuju dunia tanpa peri.

Tanpa apa apa sama sekali.

Dari tiada menuju tiada.

Kepergian yang sempurna.

 

lights off

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s