Adegan 6: tragedi dan murung (bagian 1)


Dirimu yang menjebakku.
Dengan kata perduli yang diucapkan hati hati.

Dirimu yang mengurungku.
Dalam laut gelap tak tersentuh matahari.

Sepenggal kata kata dari pendahulu.
Suatu waktu sebuah rasa akan memberangus harga diri.

Mereka berkata cinta.
Aku kira hanya nyanyian tanpa terang.

Kemudian hilang.
Menuliskan penjara tanpa belenggu.

Namun yang aku tahu.
Cinta dan tragedi batasny menjadi saru.

Bersatu.

Menjanjikan ketakutan lebih indah bak lukisan.

Kali ini dirinya lah yang hilang.
Maka aku lupa apa arti tenang

Autumna-yang-melukis masih terduduk di depan kanvasnya. Terus begitu. Meski kanvasnya telah penuh. Kembali ia poles sekali lagi. Dan lagi. Dan lagi.

Autumna-yang-melukis: maka aku lupa apa arti tenang.
Maka aku lupa apa arti tenang.
Maka aku lupa apa arti tenang.
Maka aku…
Berna-yang-prihatin: (memotong) apa itu arti lukisanmu? Tentang dirimu yang dirajam gelisah?
Autumna-yang-melukis: juga tentang dirimu.
Berna-yang-prihatin: apakah sebegitunya arti diriku untukmu?
Autumna-yang-melukis: tidak hanya itu.
Berna-yang-prihatin: (bergerak menuju autumna)hentikanlah olesan olesan itu. Sudah tidak ada lagi tempat di kanvasmu.
Autumna-yang-melukis: akan selalu ada tempat.
Lampu yang menerangi autumna dan berna meredup. Mereka terdiam bagai patung. Lalu sang kakek dan kedua cucunya berjalan masuk menyebrangi panggung. Sembari sang kakek bercerita.

Kakek: dongeng ini harus berlanjut cucu cucuku. Kita tidak bisa berhenti disini.
Cucu laki laki: tapi aku ingin mendengar lagi nyanyian estiv!
Kakek: sayangnya itu akan sulit. Estiv tidak mungkin bernyanyi lagi.
Cucu perempuan: bagaimana dengan berna tadi kek?
Kakek: berna?.. Ya.. Dia sedih, mungkin prihatin, melihat autumna sahabatnya. ia tahu betapa diri autumna mencintai dirinya. Namun tidak mudah.
Cucu laki laki: lalu mengapa mereka tidak bersama saja?
Kakek: karena berna mencintai estiv. Dan kuberi tahu dirimu sedikit rahasia. Bahwa manusia. Bahkan yang tidak lagi sepenuhnya manusia. Selalu mencintai sosok yang jauh. Sosok yang tidak serta merta bisa terpegang oleh jemari.
Cucu laki laki: apa maksud kakek?
Kakek: yang jauh menjanjikan rindu cucuku.
Cucu perempuan: dan cinta itu tentang rindu! Seperti kata kakek dahulu!
Kakek: benar sekali.

Kakek dan kedua cucunya keluar panggung.
Autumna dan berna bergerak. Dan berna menarik kanvas itu dari dudukannya.

Berna-yang-prihatin: cukup! Sudahi sedihmu ini. Bukankah ini masa mu?

Autumna-yang-tertegun masuk (orang yang berbeda dengan autumna yang melukis) autumna-yang-melukis tetap terududuk di kursi. Memandangi dudukan tanpa kanvas.

Autumna-yang-tertegun: masa ku? Ya. Ini masa ku. Berarti aku bebas melakukan apapun bukan?
Berna-yang-prihatin: yaa.. Kau bisa melakukan apa saja.
Autumna-yang-tertegun: termasuk meratapi gamang.
Berna-yang-prihatin: aku lelah berbicara denganmu. (Bergerak meninggalkan panggung)
Autumna-yang-tertegun: tunggu!…
Berna: (terdiam) tidak! (Terus berjalan)
Autumna: tidak seperti kamu menunggu estiv?
Berna: (berjalan kembali menghampiri, menampar autumna)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s