Betapa menjijikannya dirimu, Nona tragedi

Dirimu yang menjebakku.
Dengan kata perduli yang diucapkan hati hati.

Dirimu yang mengurungku.
Dalam laut gelap tak tersentuh matahari.

Sepenggal kata kata dari pendahulu.
Suatu waktu sebuah rasa akan memberangus harga diri.

Mereka berkata cinta.
Aku kira hanya nyanyian tanpa terang.

Kemudian hilang.
Menuliskan penjara tanpa belenggu.

Namun yang aku tahu.
Cinta dan tragedi batasny menjadi saru.

Bersatu.

Menjanjikan ketakutan lebih indah bak lukisan.

Kali ini dirinya lah yang hilang.
Maka aku lupa apa arti tenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s