cinta, lalu makna

Aku. Yang tidak menyukai kata ‘cinta’ dalam puisi.
Kata yang pada akhirnya, sesekali terpaksa digunakan untuk menggambarkan sebuah suasana.

Karena jika berbicara makna, sungguh sulit memastikan arti nyata dari sang kata.

Kata yang berbeda di setiap datangnya. Kata yang tak tergambarkan bentuk aslinya.

Pernah berarti menyeruput sepi.
Atau terlupa akan pulang. Menemukan rumah di diri masing masing.
Atau terasing.

Bagi beberapa, bisa jadi ziarah. Sembahyang yang tak kunjung hilang, atau Marah. Keluh kesah. Suka cita namun juga kutuk ketulusan.

Sayangnya dalam rindu.
Hanya sajak – sebagai isyarat. yang mampu kutuliskan dalam bayang bayang sekarat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s