Sekilas tentang Kontempo: Perubahan

Tentang kesendirian masa kini.

Hidup akan terus menerus memaksakan kematian masa lalu. Kematian dari diri yang ditinggalkan. Perubahan membunuh masa lalu.

Dan lagi, sebuah keputusan akan selalu melahirkan perubahan. sebagai konsekuensi dari persimpangan jalan. Untuk mereka yang muda. Yang masih mau tidak mau memilih salah satu jalur hidup. Perubahan itu menghantui.

Namun, berubah juga menjanjikan sesuatu yang lebih dari sekedar konsekuensi. Sebuah pandangan baru. “lebih baik mati tersiksa melihat sisi lain dunia, daripada mati tersenyum memandang apa yang ada” berusaha mengungkapkan kadar kemanusiaan yang senantiasa mengejar suatu kebaikan yang tidak pasti. Dan manusia pun berubah, mengejar sesuatu demi mengisi kegelisahan. Entah lahir dari dunia yang memaksa progresi lebih cepat, atau mungkin sekedar jiwa yang bosan akan stagnasi. Kaum muda cenderung ingin melompat. Tanpa sadar setiap lompatannya membunuh sebagian dari dirinya.

‘membunuh’ mungkin suatu kata yang keras. Namun begitulah adanya. Akan selalu ada yang hilang dari jalan hidup progresif. Dari sebuah paham akan ‘perubahan’ ini kami mencoba membangun sebuah ruang imajinatif. Berisi kursi dan meja yang kadang kosong, kadang terisi. tempat manusia yang memilih Jalur kiri dan bukan kanan, bisa menegur dirinya yang andai andai. Dirinya yang memilih kanan. Begitu pula sebaliknya.

Juga dialog mereka yang dulunya berada di kanan, kemudian terpaksa melompat ke kiri. Keputusan yang meninggalkan suatu bayang ingatan nyaris tanpa bentuk. Sendirian di jalan yang terlupakan.

Diri di masa depan mencoba mengajak berbincang diri di masa lalu. Mungkin untuk berdamai, nostalgia yang manis, atau justru sedikit rindu.

Diri yang mengejar cita cita. Berharap dikenal dunia karena bakatnya. Lalu gagal. Atau paling tidak dianggap gagal. Kemudian dikejar oleh diri nya yang lain. diri pengandaian pada kemungkinan jalan lain yang ditempuh. Menjadi bagian dari dunia ini saja. Tanpa idealisme. Tanpa terlalu banyak menggubris mimpi. Namun sukses. Membahagiakan. Membanggakan orang lain.

Kami mencoba menjawab ini. Kegelisahan muda, masih banyak terpaksa terpaku di persimpangan, mencoba memilih jalan hidup.

Se sederhana haruskah saya bekerja di perusahaan berbayar besar, atau bermimpi di atas panggung yang sama besar.

Se sederhana menjadi seseorang yang lebih ‘baik’. Menjalani hidup dengan pasti, meninggalkan pribadi ke kanakan meski di satu titik terjerat rindu akan dirinya di masa lalu. Yang tertawa lebih lepas. Tersenyum bukan demi kepuasan sesaat sekeliling.

Kami coba renungkan kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s