Opening theme: Technology slaves

Barisan 7 orang. Mereka lah budak budak. 3 orang sebagai lokomotif. Merekalah mesin yang ‘menggerakkan manusia’

Satu orang sebagai sosok yang mempertanyakan di atas panggung.

 

Ke tujuh orang akan berjalan mengelilingi jalur yang sudah ditentukan dengan mesin sebagai penarik mereka. Tali tambang tebal atau rantai membalut leher mereka, menarik dan memaksa mereka untuk terus bergerak. Mosi gerakan pelan patah patah. Sesekali berhenti.

Ketika barisan tersebut sudah berada di samping kiri panggung, mereka terhenti.

Sang sosok itu pun naik ke panggung.

Wahai manusia, tidakkah kalian lelah menjadi budak teknologi?

Kemudian orang nomor 7 (paling belakang) tegak. Pertama seperti robot, lama kelamaan ketakutan.

Budak? Kami budak? Kami bergerak begitu cepat berkat teknologi. Ini.. ini jawaban dari peradaban

Meski kata katanya yakin, namun banyak ragu di nada nya.

Orang nomor 6 tegak. Pertama seperti robot, namun lama kelamaan mulai menengok ke kiri dan kenan. Karakternya kuat, ia berusaha menyampaikan perlawanannya.

Jika begitu. Memang sepertinya kami budak. Apa seperti ini teknologi yang kita agung agungkan?

Orang nomor 5 mendadak tegak dan menyambung kalimat dengan cepat.

Sama sekali tidak humanis. Justru membawa apatis. Bahkan terhadap sengsara diri sendiri.

Orang nomor 4 tegak. Kemudian mulai bergerak tidak kaku.

Seharusnya kami berkarya. Kami. bukan mesin ini.

Orang nomor 3 tegak.

Seharusnya kreasi dikontrol oleh penciptanya.

Orang nomor 2 tegak.

 Kemudahannya memberi candu. Kami menjadi banyak tidak mampu.

Orang nomor 1 tegak.

Apa benar teknologi membunuh karya?

 

Sosok menjawab

Semuanya bergantung pada kalian.

 

Mereka lalu berjalan naik ke atas panggung. Sang sosok turun secara simultan

Kemudian mereka serempak membalik badan, menarik tali di leher mereka, merubuhkan mesin yang ada di depan mereka. Mereka menarik hingga posisi bersimpuh

Beberapa orang membawa kain hitam menutupi ketujuh orang ini.

 

Ketika kain hitam dibuka, mereka semua telah rapi. Membawa gadget gadget, kemudian turun dari panggung dan menyebar

Musik main

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s