penjara dalam manusia: act 12

RUNUT ADEGAN.

Menunggu hujan. Di ujung lorong yang sisinya terbuka dan tidak beratap. Wanita yang terlihat cemas sesekali  melihat jam. Namun tidak melepaskan genggamannya dari tangan pria. *close up tangan*

Tangan itu sesekali ditarik, seperti mengajak pria untuk menerobos hujan. itu lah yang akhirnya mereka lakukan. Setengah berlari, perempuan justru terpeleset. Pria yang reflek menolongnya pun kemudian jatuh. Duduk di tengah hujan dan aspal yang amat becek, diantara barang barang yang jatuh, ternyata ada payung di antaranya, mereka pun justru tertawa.

Pria berdiri. mengambil payung dan membukanya. * shot wajah pria dan wanita dari serong dua arah bergantian*

*shot samping*

wanita terlihat tersenyum. Setengah memeluk pundak sang pria. Mereka berhadapan dan tangan wanita akan merangkul pundaknya.

*kamera bergerak dari shot badan menuju ke kaki pelan pelan*

shot wanita yang menjinjitkan kaki. payung yang jatuh.

MONOLOG / IRINGAN KATA.

Ada kalanya aku kira kita bisa selalu seperti ini

Ada waktu waktu ketika kamu berlari di sampingku. Hanya menemani. Juga sebaliknya.

Bersama sama kita melihat dirimu mengejar mimpimu. Tersenyum ketika tangga angan itu kamu jejak satu demi satu.

Suatu ketika, kita sekedar menjalani hari hari. Tanpa keresahan keresahan ataupun ketakutan akan sendiri. Bersamamu, aku tidak menanggung beban dunia. Aku tidak perlu terlalu banyak bertanya.

Kamu.

Dunia.

Jawaban akan semua Tanya.

Akustik: Rose oleh Emi Fujita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s